Kau hidup, namun meradang dalam diriku Seolah aku berada dalam ruang tertutup, bernafas, dan mencoba mengisi paru-paruku dengan oksigen Namun kau tak kalah serakahnya dengan diriku Kau di sampingku, dan berebut sumber hidup denganku, menukarnya dengan kepekatan karbon dioksida, namun, karena kau begitulah maka aku ingin selalu menjadi lebih hidup Aku terlalu berlebihan terhadapmu Seolah kau adalah sel darah putih yang siap memakan aku si darah merah, dan membuatku kronis lalu mati Namun jika tidak begitu, kau akan hilang dariku Aku tak akan dapat memilikimu Atau kau adalah matahari dan aku si kecil bulan Kau membiarkanku tak terlihat di siang hari di mana kau merajai padahal aku, aku selalu di sampingmu, mencoba merasakan kehebatanmu, mencoba mendampingimu selalu, walaupun seluruh dunia jadi buta terhadapku Dan hadirlah malam, di mana kau berbalik arah, mencampakkanku sesaat, dan di sana aku bersinar, namun tak lebih dari bekas pantulan sinarmu, karena sungguh, untuk bersinar pun aku m...
Diary nya ibu rumah tangga :)