Skip to main content

Langkah Pemrograman

Langkah 1. Rencana Penggabungan (Plan The Integration)

Menurut akal sehat anda tidak akan dapat membuat semua program sekaligus dan kemudian membuang semuanya – ini memerlukan rangkaian langkah demi langkah. Rencanakan urutan dimana anda akan menggabungkannya.

Langkah 2. Mendisain Modul (Design The Module)

Programmer menerima beberapa tingkatan disain dari fase disain. Tugasnya adalah memecah modul secara rinci ke tingkat yang lebih rendah sampi mencapai keadaan programmer siap untuk melakukan pemrograman. Ini disebut disain modul. Dan kemudian modul tersebut dipecah lagi sampai tercapai sebuah tingkatan dimana mulai dapat diprogram.

Langkah 3. Telusuri Disain Modul (Walk Through The Module Design)

Seperti pada tingkat atas dan menengah dari disain, pertukaran harus dibuat sebaiknya pada tingkat yang paling rendah. Telusuri disain dari masing-masing modul sebelum melakukan pengkodean. Penelusuran ini sangat kecil : hanya programmer yang tepat, supervisor dan mungkin programmer lainnya yang perlu diperhatikan. Kegunaan dari penelusuran disain modul adalah untuk memastikan bahwa disain yang terbaik yang telah dilakukan, semua fungsi telah dialamatkan dan semua bagian telah ditangani.

Langkah 4. Rencana Bagaimana Menguji Modul (Plan How To Test The Module)

Programmer harus menyiapkan rencana pengujian modul dan data pengujian sebelum dikodekan. Rencana pengujian dilakukan setelah kode ditetapkan. Mereka cenderung hanya menguji bagian kode yang paling ‘sulit’. Pimpinan proyek bisa saja melakukan tuntutan pada penelusuran rencana pengujian sepanjang disain modul sedang dilaksanakan. Kerjakan penelusuran ini bersama-sama.

Langkah 5. Kode Setiap Modul (Code Each Module)

Standar pengkodean akan ditetapkan pada saat disain sistem. Berikut ini adalah ringkasan dari sebuah program terstruktur, yaitu :

  • Jika berukuran kecil. Aturan dasarnya adalah kira-kira 100 baris kode yang dapat dieksekusi dan listingnya tidak lebih dari 2 halaman.
  • Satu entry, satu exit.
  • Referensi secara keseluruhan sedikit.
  • Konstruksi terstruktur yang digunakan : berurutan, IF/THEN/ELSE, CASE, WHILE, UNTIL, CALL (bukan GO TO).

Langkah 6. Menguji Modul (Test The Module)

Programmer menguji modul dengan menetapkan lingkungan yang tepat, menyediakan beberapa input, membiarkan modul langsung memproses secara logik dan mendapatkan hasilnya. Beberapa input mungkin tidak sebenarnya, terutama jika modul tersebut tidak menyediakan input yang sebenarnya.

Modul seharusnya diuji dalam dua tahap, yaitu :

  • Tahap Pertama disebut pengujian “White Box”. Programmer harus mengetahui isi di dalam modul dan menyediakan data pengujian, sehingga masing-masing path logical dalam program dapat dieksekusi.

  • Tahap Kedua atau pengujian “Black Box” dapat dilakukan. Dalam pengujian ini, programmer mengabaikan bagian dalam dari modul – data disediakan secara berurut dan dianggap seperti pemakaian sebenarnya.

Langkah 7. Menguji Level Terendah dari Integrasi (Test The Lowest Levels Of Integration)

Jika modul utama memanggil sub-modul, programmer harus menggabungkan dan menguji semua modul secara bersama-sama. Bahkan jika programmer tidak bertanggung jawab untuk menulis sub-modul, programmer harus menguji perintah CALL dan RETURN dari seluruh modul.

Metode terbaik untuk melakukan hal ini adalah membuat sebuah “program stub” (potongan program) sebagai pengganti sub-modul. Potongan program ini dapat terdiri dari empat baris program yang menunjukkan bahwa kontrol sudah diterima dengan baik, tampilkan parameter penerima, jika perlu lakukan pengontrolan kembali dengan beberapa parameter yang tidak sebenarnya.

Langkah 8. Menyimpan Semua Hasil Pengujian; Penggabungan Modul-modul Yang Telah Diuji (Save The Results Of All Tests; Submit Finished Modules To Integration)

Hasil pengujian digunakan untuk menyusun statistik yang menunjukkan penyebab, cara perbaikan serta biaya-biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan program. Pimpinan proyek biasanya menguasai/mengepalai penggabungan ini pada sistem berukuran kecil sampai sedang. Software seperti CMS (Code Management System) sangat berguna untuk menajemen konfigurasi – menjamin program tetap berjalan sesuai versinya dan mengubah ke source code (lihat bagian 9.4).

Langkah 9. Memulai Dokumentasi User (Get Started On The User Documentation)

Apakah programmer bertanggung jawab pada dokumentasi user atau tidak, tahapan ini adalah waktu terbaik untuk menjawabnya.

Dokumen-dokumen berikut mungkin harus ditulis :

  • Tuntunan Pemakai (User’s Guide)
  • Tuntunan Pemeliharaan (Maintenance Guide)
  • (Operator’s Guide / System Manager’s Guide)
  • Dokumentasi Pelatihan (Training Documentation)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

* UPDATE *

YAAAAAY~~ long time no see my bloggie *almost 2 months* i'd like to write something, but but but *grin* Since i addicted to have new phone cell *Nokia 5730 Xpress Music with price about 3,5 billion rupiah* huaaaa...i have to get money money money.. BUTUH 2 jutaan lagii !! aaarghh Terlintas untuk blogging lagi after i saw my adsense still on $23.17 maybe maybe if i always keep on blogging fighting, maybe..that $$$ will increase much much much >. My almighty ALLAH, help meeeeeee >. wew lama ga blogging, saya jadi lupa kode2annya lagi.. *AWAY*

Sticker LINE lucu, murah dan legal

❤ jual sticker  LINE murah ❤ 💟 50 coins : 10.000 💟 100 coins : 18.000 💟 150 coins (theme) : 27.000 💟 beli set 3 @100 coins : 50.000 100% original, no expiry dan legal karena dikirim VIA GIFT langsung dari Line-ku ke Line kalian. Bisa untuk semua sticker yang ada di Line Shop (harga 100 coins $1.99 lohh) Caranya : 🎀 PM ke aku, Line ID : nidatyas 🎀 pilih sticker (bisa sebut namanya atau kirim screenshot nya) 🎀 kalau deal, transfer ke rekening BCA 🎀 kalau dana sudah masuk, langsung aku sent stickernya dan kalian tinggal download Ga ribet, ga mahal, ga perlu pake CC, hanya pilih lalu transfer kemudian download🎈🎈 👯👯 #jualstickerline #jualstickerlinemurah #stickerlinemurah #stickerline #temalinemurah #temaline #jualtemaline #jualtemalinemurah #jualansticker #linetheme #themelinemurah #jualthemeline #jualthemelinemurah #themeandroid #them...

Open Source CMS for E-Commerce and E-Learning

Since PI (Penulisan Ilmiah) become trending on my campus, CMS (Content Management System) becoming popular too. Yep, we should use an Open Source tools. I'm urging them to use CMS for their PI, not using licensed softwares (because it will be more complicated about license). Some alternative for making web e-commerce : 1. Zen Cart 2. OpenCart 3. osCommerce 4. PrestaShop 5. Freeway 6. Magento 7. osCSS 8. eclime 9. OXID eShop 10. AlegroCart CMS for e-learning : 1. eFront 2. Moodle 3. ATutor 4. Dokeos 5. Docebo suite 6. ILIAS 7. DrupalEd 8. Interact 9. Open Conference Systems 10. Open Journal Systems Hmm..so many alternative yeyyy